Minggu, 18 Desember 2011

PENJUALAN SPARE PART DAN SERVICE MOTOR


PENJUALAN SPARE PART DAN SERVICE MOTOR

Nama               : M.Robiesa
Npm                 : 30409301
Kls                   : 3ID 05
Mata kuliah      : Estimasi Biaya



Seseorang ingin membuka usaha yaitu penjualan spare part motor dan tempat service motor  orang ini ingin mengetahui biaya yang dibutuhkan dan keuntungan yang didapat untuk membuat usaha penjualan spare part dan servis motor yang dilakukan selama 5 bulan. Berikut adalah biaya dan bahan yang dibutuhkan untuk mendirikan bengkel motor  Modal awal 100 juta dengan belanja bahan baku selama 5 bulan yaitu 265 juta. Bahan yang dibutuhkan antara lain: Spare Part Motor,Pelumas/Oli,SewaTempat,danLain-lain.









ARUS KAS PENJUALAN DAN SERVICE MOTOR (BULAN)

Penjualan dan Servis Motor (Juta)
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Total
A
Pemasukan
Modal
100
100
Penjualan
48
63
33
89
29
262
Servis
16
28
15
22
13
94
Kas masuk
48
76
21
34
18
197
B.
Pengeluaran
Belanja bahan baku
30
52
12
20
9
123
Gaji karyawan 5 bulan
5.7
5.7
Sewa toko 5 bulan
3
3
Lain-lain
6
8
5
3
15
37
Peralatan
2.1 juta
2.1
Motor operasional
1
1
Kas keluar
5
7
3
8
12
35
C.
Kas bersih
7
9
9
8
6
D.
Kas komulatif
7
16
25
33
39
Pada bulan pertama kas masuk 48 juta sedang pengeluaran 30 juta, kas bersih yang diterima yaitu48 - 30 = 18 juta.


NERACA (Juta)


Penjualan
262
AKTIVA
Servis
94
Kas konsumtif
39
Belanja bahan baku
123
peralatan
400
Laba kotor
95.8
kendaraan
1
Total aktiva
87.8
Gaji karyawan
5.7
Sewa
3
Lain-lain
37
PASIVA
Depresiasi Peralatan
420 ribu
modal
100
Depresiasi kendaraan
1
Laba bersih
17.3
Total biaya
46.7
Total Pasiva
87.8
Laba bersih
17.3

 Keterangan
Ø  Aset atau aktiva adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Aset dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit
Ø  Kewajiban (pasiva) adalah pengorbanan ekonomis yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan pada masa yang akan datang.
Ø  Aliran kas adalah informasi mengenai penerimaan dan pembiayaan kas perusahaan salama periode tertentu.
Ø  Neraca adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menunjukan keadaan keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang dan modal pemilik perusahaan.
Ø  Laba bersih yaitu total laba selama 5 bulan

Selasa, 18 Oktober 2011

Macam-macam biaya

Nama               : M.Robiesa
Kelas               : 3 ID 05
Npm                : 30409301
Mata Kuliah     : Analisis dan Estimasi Biaya

1.             Biaya investasi (First or Investment Cost) adalah seluruh biaya yang dikeluarkan oleh entitas investor dalam perolehan suatu investasi misalnya komisi broker, jasa  bank, biaya legal dan pungutan lainnya dari pasar modal.
2.             Biaya Operasi dan Pemeliharaan (Operation and Maintenance Cost) adalah biaya yang dikeluarkan oleh Transporler untuk pengoperasian dan pemeliharaan Fasilitas.contoh beban penyusutan, beban pemasaran
3.    Biaya tetap (Fixed cost) adalah biaya tetap merupakan biaya yang secara total tidak mengalami perubahan,walaupun ada perubahan volume produksi atau penjualan (dalam batas tertentu). Artinya kita menganggap biaya tetap konstan sampai kapasitas tertentu saja, biasanya kapasitas produksi yang dimiliki. Namun, untuk kapasitas produksi bertambah, biaya tetap juga menjadi lain. Contoh biaya tetap adalah seperti gaji, penyusutan aktiva tetap, bunga, sewa atau biaya kantor dan biaya tetap lainnya.
     Biaya variabel (Variabel Cost) adalah biaya yang secara total berubah-ubah sesuai dengan volume produksi atau penjualan. Artinya asumsi kita biaya variabel berubah-ubah secara sebanding (proporsional) dengan perubahan volume produksi atau penjualan. Dalam hal ini sulit terjadi dalam praktiknya karena dalam penjualan  jumlah besar akan ada potongan-potongan tertentu, baik yang diterima maupun diberikan perusahaan. contoh biaya variabel biaya variabel adalah biaya bahan baku, upah buruh langsung, dan komisi penjualan biaya variabel lainnya.
4.       Biaya marjinal adalah biaya tambahan yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu unit tambahan produk. Contoh pembelian mesin,bangunan dan lain-lain.
Biaya marjinal (Incremental or Marginal Cost) adalah perubahan biaya total yang berkaitan dengan perubahan satu unit output. Sedangkan, biaya inkremental dapat diartikan sebagai tambahan biaya total dari penerapan keputusan manajerial.
5.             Biaya langsung (Direct  Cost)
adalah biaya-biaya untuk pengadaan sumber daya yang terkait secara langsung dengan pelaksanaan setiap kegiatan yang tercantum dalam pay item kontrak.

·      Peralatan
·      Bahan baku
·      Tenaga Kerja
·      Subkontraktor
Biaya tidak langsung (Indirect Cost) adalah  segala biaya yang terkait dengan penyelenggaraan proyek dan tidak bisa dibebankan secara langsung
·      Biaya lapangan umum
·      Gaji pelaksana
·      Biaya administrasi

6.             Biaya satuan (Unit Cost) adalah biaya yang dihitung untuk satu satuan produk pelayanan, diperoleh dengan cara membagi biaya total (TC) dengan jumlah/kuantitas output atau total output (TO) atau : UC = TC/TO contoh biaya satuan rawat inap (kamar) kelas I, II, III, biaya satuan rawat jalan. Biaya satuan ddipengaruhi oleh besarnya biaya total. Biaya satuan yang dihasilkan oleh hasil perhitungan berdasarkan pengeluaran nyata untuk menghasilkan produk dalam kurun waktu tertentu disebut biaya satuan aktual (Actual Unit Cost). Biaya satuan yang secara normatif dihitung untuk menghasilkan suatu jenis pelayanan kesehatan menurut standar baku disebut biaya normatif (Normative Cost).
Biaya Total ( Total Cost = TC) . Biaya total adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi.
TC=TFC+TVC
Dimana  TFC  = total fixed cost
TVC = total variable cost.
7.             Biaya berulang (Recurring cost) adalah biaya yg secara berulang dikeluarkan menghasilkan produk yang sama dan berulang secara teratur.
Biaya tidak berulang (Nonrecurring cost) adalah biaya yang tidak berulang, walaupun l dapat bersifat komulatif dalam priode yang pendek.
8.             Biaya Hangus adalah biaya yang telah terjadi di masa yang lalu dan tidak mempengaruhi perkiraan biaya di masa yang akan datang dalam penentuan tindakan.
            9.            Biaya terbenam (Sunk or Past cost) adalah biaya yang tidak dapat kembali.
Contoh: kelebihan nilai buku atas nilai sisa, supervisor pabrik dan penyusutan bangunan.